Saat melakukan penelitian dan pengembangan, kami sering menemukan beberapa ide, proses, dan konsep kreatif yang tidak ada. Sebagai seorang penemu, Anda memiliki hak untuk menikmati semua manfaat dari apa yang telah Anda temukan dan memperoleh paten dapat memberi Anda perlindungan hukum untuk itu. Karena undang-undang paten AS berubah menjadi sistem first-to-file dari first-to-invent pada tahun 2013, jadi Anda harus sangat cepat dalam pengajuan aplikasi IP.

Proses paten cukup rumit dan memakan waktu, dan mencakup berbagai fase seperti pengajuan aplikasi IP, penyusunan, menggambar, tindakan kantor, dan manajemen.

Sebelum Anda menyewa agen paten untuk menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk proses tersebut, Anda harus mengerjakan pekerjaan rumah; apa fitur utama dari penemuan Anda, cara memonetisasinya, riset pasar untuk menganalisis kebutuhan pelanggan, aktivitas pesaing, dll.

Berikut adalah tiga parameter penting yang harus Anda kerjakan saat mengajukan aplikasi IP:

1. Pencarian karya sebelumnya:

Aturan umum untuk mendapatkan paten adalah penemuan Anda harus unik dan baru. Jadi, lebih baik untuk memeriksa paten dari penemuan Anda sebelum/selama proses pengajuan permohonan paten daripada mendapatkan penolakan dari kantor kekayaan intelektual di kemudian hari. Anda dapat mencari karya sebelumnya di negara/kawasan yang Anda inginkan untuk mendapatkan perlindungan IP, dan mencari tahu apakah fitur-fiturnya memenuhi standar keunikan IP yang diperlukan.

2. Pemetaan Pasar dan Analisis Lanskap:

Persaingan adalah salah satu hambatan utama untuk sukses. Mungkin ada perusahaan yang sudah berlatih di bidang penemuan Anda, dan Anda harus melakukan penelitian lengkap tentang mereka. Pemetaan pasar dan analisis lanskap dapat membantu Anda mengidentifikasi pemain top, peluncuran produk saat ini dan yang akan datang, serta kesepakatan bisnis terbaru di pasar target penemuan Anda. Anda bisa mendapatkan informasi berdasarkan jenis industri, pendapatan, total penjualan, dan parameter lainnya.

Mengapa riset pasar diperlukan sama sekaliadalah pertanyaan yang mungkin Anda miliki sebagai seorang penemu. Nah, menurut sebuah artikel yang diterbitkan di HubSpot, Perusahaan yang secara teratur meneliti pasar klien mereka (setidaknya setiap tiga bulan) tumbuh lebih dari sepuluh kali lebih cepat daripada perusahaan yang tidak melakukan penelitian. Namun, analisis pasar tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga mempercepat keuntungan.

Menurut laporan Hinge tentang efek penelitian terhadap pertumbuhan dan profitabilitas, perusahaan yang sering melakukan riset pasar menyadari profitabilitas 19,9%, sedangkan perusahaan yang tidak melakukan penelitian hanya melaporkan profitabilitas 11%.

Menurut CBInsights “Gagal Memenuhi Kebutuhan Pasar” adalah alasan No. 1 untuk kegagalan start-up, tercatat dalam 42% kasus.

3. Lanskap Teknologi:

Karena penemuan Anda akan dibawa ke pasar suatu hari nanti, Anda harus menganalisis area yang menuntut tinggi, tren terbaru dan yang akan datang. Luangkan waktu ekstra untuk mengetahui apakah paten Anda dapat memenuhi persyaratan pelanggan dan menyesuaikan lingkungan eksternal yang berubah.

Anda mungkin ingat The Eastman Kodak Company, penjual film dan kamera fotografi terkemuka, yang gagal dan bangkrut pada tahun 2012. Alasan kegagalannya adalah ketidakmampuan perusahaan untuk mendiversifikasi lini produknya sesuai dengan revolusi digital baru.

Kesimpulan

Dengan demikian, mempelajari tren pasar dan teknologi sangat penting sebelum/selama proses pengajuan aplikasi IP. Ini membantu Anda mengetahui target pasar dan audiens dengan baik, mendapatkan klaim yang sesuai dengan pasar, mengembangkan strategi monetisasi paten eksklusif, dan meningkatkan laba atas investasi Anda.

By admin

Leave a Reply

RamoNews
GetyNews ReckoNews