Siwak adalah tongkat kunyah alami yang bisa digunakan untuk menggantikan sikat gigi plastik. Ini telah digunakan selama berabad-abad di Afrika dan Timur Tengah, di mana masih umum digunakan. Terutama di daerah miskin di mana orang tidak mampu membeli sikat gigi dan pasta gigi.

Tongkat itu sendiri berasal dari pohon Salvadora Persica dan merupakan akar atau ranting pohon.

Penelitian menunjukkan bahwa siwak sama baiknya dengan sikat gigi dan oleh karena itu harus diperkenalkan ke seluruh dunia untuk mendapatkan manfaat dari semua kualitas baik siwak dan terutama pada saat produk organik berkembang dan didorong untuk digunakan.

Dengan khasiat siwak seperti mengurangi plak, menguatkan gusi dan gigi, mencegah gigi berlubang, memutihkan gigi dan menyegarkan nafas, sudah sewajarnya jika orang ingin mengenalkannya kepada anak-anak maupun orang dewasa. Ini akan sangat bermanfaat karena orang tua ingin anak-anak mereka mengembangkan kebiasaan lisan yang baik sejak usia muda.

Tapi pertanyaannya adalah: bisakah anak-anak menggunakan siwak?

Disarankan bahwa anak-anak harus berusia sekitar 2 tahun ketika mulai menggunakan siwak. Ini adalah usia ketika anak dapat memahami instruksi dan penting bagi mereka untuk mematuhi penggunaan Miswak yang benar. Ini termasuk kemampuan untuk memuntahkan sisa-sisa dari tongkat kunyah. Untuk alasan ini, anak kecil harus selalu diawasi oleh orang dewasa yang bertanggung jawab saat menggunakan siwak.

Karena siwak memiliki rasa yang ringan, anak-anak yang tidak menyukai rasa pasta gigi akan lebih cenderung menggunakan tongkat kunyah.

Siwak juga baik sebagai pengalih perhatian bagi anak-anak yang perlu melepaskan diri dari kebiasaan oral seperti mengisap jempol.

Stik memiliki komponen lain yang bermanfaat bagi anak-anak yang menggunakannya, salah satunya adalah bulunya yang lembut dan membersihkan gigi dengan lembut tanpa merusak gusi. Flouride alami di siwak melindungi gigi mereka dari gigi berlubang dan gerakan mengunyah saat menggunakan tongkat kunyah mirip dengan gerakan saat mengunyah permen karet tanpa gula, yang menurut penelitian meningkatkan produksi air liur dan ini pada gilirannya membantu menetralkan asam plak.

Organisasi Kesehatan Dunia mendukung penggunaan siwak dan penelitian yang dilakukan oleh organisasi tersebut menunjukkan bahwa tongkat kunyah akan terus memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan mulut di banyak komunitas dan akan sangat membantu bagi tenaga kesehatan untuk mengajari anak-anak cara menggunakan siwak. jenis tongkat kunyah yang tepat[1].

Referensi:

[1]Organisasi Kesehatan Dunia ‘Tongkat kunyah dalam perawatan kesehatan mulut oleh Cyril O. Enwonwu & Rosemary C. Anyanwu [online] http://apps.who.int/iris/handle/10665/47410 (Diakses 22/04/2014).

By admin

Leave a Reply

RamoNews
GetyNews ReckoNews